Tuesday, June 18, 2013

BAHAYA TEFLON [Wajan Anti Lengket]

Sejarah Teflon

BAHAYA TEFLON
Lebih dari 65 tahun yang lalu di sebuah laboratorium di new Jersey selatan, DuPont Co. Chemist secara tidak sengaja menemukan sejenis bahan bersifat seperti lilin yang sampai saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia modern, Teflon.

Teflon adalah polytetrafluoroethylene, (PTFE). Struktur molekul teflon adalah berupa rantai atom karbon yang panjang, mirip dengan polimer lainnya. Rantai atom yang panjang ini dikelilingi oleh atom fluor. Ikatan antara atom karbon dengan fluor sangat kuat.
Struktur Teflon
BAHAYA TEFLON

Teflon memiliki sifat – sifat yang unik, berikut diantaranya:
1.Tahan terhadap banyak bahan kimia, termasuk ozone, chlorine, acetic acid, ammonia, sulfuric acid, dan hydrochloric acid. Satu –satunya bahan kimia yang bisa merusak lapisan teflon adalah lelehan logam alkali.
2.Anti radiasi Ultra Violet dan tahan segala cuaca.
3.Anti lengket.
4.Mempunyai performa yang baik pada temperatur ekstrim, tahan pada temperatur -240°C sampai pada 260 °C. Teflom memiliki titik leleh 342°C.
5.Bersifat hidrofobik (tidak suka air).


Selama ini hampir semua manusia di seluruh dunia menggunakan alat memasak, biasanya panci, yang dilapisi oleh sejenis lapisan yang bernama teflon. Bahan ini tahan terhadap temperatur yang tinggi dan membuat masakan tidak akan lengket (anti lengket) pada alat memasak tersebut walaupun tidak menggunakan minyak.


Lapisan antilengket mempunyai nama kimia Polytetrafluoroethylene (PTFE) yang merupakan bahan sintetic fluoropolymer dari tetrafluoroethylene. Penggunaan PTFE juga sangat beragam karena sifatnya yang antilengket dan tidak menghantar listrik. PTFE digunakan antara lain pada : penggorengan, rice cooker dan rice warmer jar pada pancinya, untuk melapisi tapak dasar dari setrika agar lebih licin, sebagai insulator pada kabel dan konektor perakitan microwave, menjadi membran pori-pori pada kain sintetik.

Produk-produk anti lengket diproduksi dengan bahan kimia yang disebut asam perfluoroalkyl (perfluoroalkyl acid atau PFAA), dua yang paling umum adalah perfluorooctanoate (PFOA) dan perfluorooctane sulfonate (PFOS).
PFOA :
BAHAYA TEFLON
(PFOA), adalah bagian dari sebuah kelas senyawa yang dapat dikaitkan dengan ketidaksuburan pada manusia. Dalam pengujian hewan, zat kimia tersebut dapat menyebabkan kanker hati, testis, dan pankreas.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa bahan kimia anti lengket tersebut bisa menurunkan jumlah sperma pria, sehingga akan lebih sulit untuk memiliki keturunan.
Studi Kasus

Dalam studi tersebut, peneliti Denmark menganalisis sampel sperma dari 105 pria dengan usia rata-rata 19 tahun untuk mengukur adanya 10 bahan kimia PFAA, termasuk PFOA dan PFOS, dan kualitas sperma.


Bahan kimia ini ditemukan di semua sampel, tetapi pria dengan kadar PFOS dan PFOA tinggi memiliki jumlah sperma setengah dari jumlah normal. Artinya, bahan kimia tersebut bisa menurunkan jumlah sperma hingga 50 persen, seperti dilansir Rodale, Jumat (30/9/2011).

Tak hanya berbahaya bagi pria, studi lain baru-baru ini menemukan bahwa pada wanita dengan tingkat bahan kimia tertinggi dalam darah akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hamil.

Studi juga menemukan bahwa pria lebih rentan terhadap bahan kimia di lingkungan dibandingkan wanita. Bahkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menemukan bahwa pria lebih mungkin terpapar PFOA dan PFOS tingkat tinggi dibandingkan wanita.
Setelah melakukan uji dan pengambilan sampel, ilmuwan menemukan beberap efek PFOA dalam kesehatan.

1. Dari pengujian terhadap binatang
Binatang yang digunakan antaranya kelinci, tikus dan monyet yang diberi dosis PFOA yang tinggi, mengalami perubahan bentuk jantung, pengurangan berat badan. Pemberian PFOA dengan media udara mengakibatkan binatang percobaan mengalami gangguan pernafasan, perubahan berat jantung, pengurangan berat baan, dan gangguan mata. Hal ini dalam jangka waktu panjang mengakibatkan kanker liver, dan pankreas pada binatang uji.

2. Pengujian terhadap manusia
Pengujian dilakukan terhadap pekerja di USA dan Eropa yang banyak berhubungan dengan dosis PFOA yang tinggi. Pada 4000 sampel pengujian tidak ditemukan hubungan antara kadar PFOA yang tinggi dengan penyebab kanker. Namun, pada tahun 1981 ditemukan dua bukti dari pekerja yang berinteraksi dengan PFOA, melahirkan anak yang cacat lahir.
Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan bahan kimia dari lingkungan, antara lain:

1. Selektif menggunakan produk anti lengket
Ini berlaku pada wajan, panci, sofa anti noda, bahkan peralatan anti air pada peralatan berkemah dan senar gitar. Semua produk tersebut umumnya dibuat dengan PFOA.

Kertas lilin yang sering digunakan dalam kotak pizza, pembungkus makanan cepat saji, serta lapisan yang digunakan dalam kantong popcorn, 20% juga bisa terpapar PFOA.
Sebuah studi tahun 2006 di Kanada menguji makanan cepat saji untuk residu PFOA dan menemukan konsentrasi tertinggi terdapat di telur sandwich, kentang goreng, ayam nugget dan burger ikan. Makanan cepat saji juga menyebabkan gula darah tinggi yang juga bisa memperlemah sperma.

2. Olahraga
Berolahraga tidak akan menghilangkan PFOS atau PFOA dari tubuh, tetapi dapat meningkatkan jumlah sperma. Dan olahraga juga dapat mengurangi stres, yang merupakan musuh kesuburan.

Judul: BAHAYA TEFLON [Wajan Anti Lengket]; Ditulis oleh Unknown; Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar:

Post a Comment